Selasa, 29 Oktober 2013

Tex Saverio dan Priyo Octaviano sebagai The Best Dessert Jakarta Fashion Week 2014


 
Jakarta -  Digelar pertama kali pada akhir tahun 2008, Jakarta Fashion Week (JFW) merupakan pekan mode tahunan terbesar di Indonesia. Acara ini merupakan platform universal bagi pelaku industri mode yang ingin dikaitkan dengan desain, gaya dan tren mode terkini. Seperti halnya yang telah dilakukan oleh negara-negara maju yang dinobatkan sebagai kiblat fashion dunia, mulai dari Paris, Milan, Australia, New York, Korea, dan sebagainya.

Sebagai pekan mode yang paling berpengaruh di Asia Tenggara, JFW berpotensi mengantarkan industri mode Indonesia untuk memasuki pasar mode dunia. Dampak dan jangkauan JFW telah di diakui oleh para profesional di industri mode, seperti desainer, jurnalis, buyer, fotografer, stylist bahkan model-model internasional yang menjadikan acara tahunan ini semakin populer dan menjadi word of mouth. Tahun ini, JFW akan digelar pada 19-25 Oktober 2013 di Senayan City.

Setelah sekian lama break ngeblog, kali ini saya akan menulis mengenai liputan JFW 2014 untuk mewakili tempat saya bekerja, Batam Pos, hadir menyaksikan pertunjukkan spektakuler yang bernama Dewi Fashion Knight (DFK), sebuah perhelatan akbar yang merupakan bagian dari JFW 2014. DFK merupakan platform perayaan eksistensi lokal desainer dalam memaknai wanita Indonesia dengan kehidupan budaya yang didukung oleh salah satu majalah terkemuka di Indonesia. Bisa dikatakan Haute Couture Collection JFW dapat ditemukan di DFK, karena desainer terpilih nanti dituntut membuat koleksi yang custom yang disesuaikan dengan tema yang telah ditentukan. Tahun ini Dewi Fashion Knight (DFK) mengusung tema “The Tale of Goddes”, seperti Tex Saverio, Priyo Octaviano, Oscar Lawalata, Toton Januar dan Papulo Batik, yang merupakan beberapa desainer terbaik Indonesia.

Saya hadir tepat diakhir pekan JFW 2014 dan memang semuanya serba dadakan bisa dikatakan seperti itu. Terbang dari Batam - Jakarta yang bermodalkan id card dan high passion, saya memberanikan hadir dan menjadi salah satu saksi pertunjukan Pekan Mode-nya Indonesia yang sangat digadang-gadangkan oleh fashionista di Indonesia. Dan ternyata event ini memang sangat memberikan kesempatan untuk media pers, blogger, dan fashionista untuk mengakses informasi sebanyak-banyaknya dengan menyediakan tenant khusus media dalam mempromokan acara ini ke dunia internasional. Sungguh promo yang menurut saya berhasil membuat JFW dari tahun ke tahun makin booming dan menjadi buah bibir masyarakat.

Siapa yang kira halaman parkir Senayan City disulap menjadi media tenant, press conference room, make-up display dari the Body Shop yang merupakan sponsor tunggal untuk make-up JFW 2014, red carpet, dan tentunya tempat pagelaran fashion show dengan tenda yang menjulur panjang nan megah. Model lalu lalang, pers sibuk mencari berita di media tenant, dan sosialita yang sangat fashionable sibuk chit-chat antara satu dengan lainnya, seperti itulah suasana pada malam itu yang dapat saya gambarkan. Pengamanan di JFW pun memang sangat ketat, tanpa id card siapapun dilarang masuk, yah memang harus begitu sih biar lebih aman dan lebih eksklusif. Imajinasi saya mengenai Milan atau Paris Fashion Week mungkin sudah tergambarkan saat itu. Semua orang yang hadir sangat terlihat modis karena this is the right time for dressed all out. Dimana fashionista disitu pasti sosialita. Dunia oh dunia!!



it's me Try Samsuri and my bestfriend, Fanny.

"The Goddes of Future..."
3D Printing by Tex Saverio

Jakarta Fashion Week 2014 terlihat lebih matang dalam mengkemas acara tahun ini, terlihat segalanya tersusun rapi mulai dari a-z. Begitu banyak desainer-desainer yang tampil selama seminggu ini, mulai dari desainer profesional sampai amatir yang baru terjun di dunia ini pun siap bersaing tentunya untuk memajukan industri fashion di Indonesia. Mudah-mudahan saya bisa bergabung menjadi the next designer yang akan memeriahkan JFW. Are u ready for my collection, the Try-Umph? haha I'm not ready yet. 


Kembali ke topik, menutup JFW 2014 dalam Dewi Fashion Knight (DFK) yang bertajuk "The Tale of Goddes", Tex Saverio menciptakan karya yang begitu mencuri perhatian para pecinta mode. Setelah sebelumnya ia merilis koleksi ready to wear di Paris Fashion Week 2014 dan menampilkannya kembali di JFW 2014, kini Tex kembali menyuguhkan koleksi haute couture di panggung JFW, menutup Jakarta Fashion Week 2014. Acara tahunan ini juga sukses membawa desainer muda Indonesia ini dilirik oleh fashionista-fashionista dunia, seperti penyanyi terkenal Lady Gaga yang mengenakan koleksinya di salah satu halaman majalah no 1 di US, yakni Harpers Bazaar.

               





Di tahun ke-3 sebagai desainer terpilih dalam acara Dewi Fashiion Knight (DFK), Tex hanya menyajikan lima koleksi dari lini couture-nya. Jumlahnya dapat dibilang sedikit, hal itu dikarenakan ia menggunakan teknik 3D printing, yang merupakan teknik baru yang begitu rumit dan menghabiskan waktu sekitar tiga hingga empat bulan. "Saya mengeksplor teknik baru dengan memasukkan unsur teknologi 3D printing. Saya belajar software, mulai dari tahap scanning 3 dimensi, kita pikirin konstruksi yang nggak cuma sekedar tempel tapi bisa menopang dan dipakai," ungkap Tex saat konfrensi pers sebelum menampilkan karya agungnya di Jakarta Fashion Week 2014, Senayan City, Jumat (25/10/2013).


Koleksi Tex Saverio Prive begitu spektakuler dengan palet dasar kain hitam dan padanan warna metalik emas dan silver. Terdiri atas gaun panjang yang memukau dengan tenik 3D printing sebagai ornamen sulur di bagian dada hingga aksesori di kepala. Gaun-gaun tadi makin memukau dengan jubah hitam dan rok yang terbentang sepanjang lantai catwalk. Konsep koleksi yang menurut saya out of the box.


Dalam video opening DFK, Tex menyampaikan bahwa sumber inspirasi dalam design yang ia buat pada umumnya terinspirasi dari wanita. Wanita yang ideal menurut pria ini adalah wanita yang memiliki karakter yang menonjol dan dia tau apa yang dia mau. Hal inilah yang menurutnya membedakan wanita satu dengan lainnya. Karakteristik wanita dalam design Tex Saverio sangat tidak lepas dari drama, theatrical, dan fantasy. Dan tahun inipun ia memilih tema “The Goddes of Future”.




 "GALORE........"
The Goddes from Lampung by Priyo Octaviono
Ayu Faradila "Love" my bestfriend as a Galore Model at DFK 


Nama desainer lainnya yang memeriahkan panggung JFW dalam Dewi Fashion Knight (DFK) adalah Priyo Oktaviano dengan koleksi bertemakan “Galore”. Koleksi Priyo kali ini mengeksplorasi keindahan tenun Tapis Lampung yang identik dengan benang emasnya. Kain tradisi itu diaplikasikan menjadi 12 set busana berpotongan tegas, kuat, dan terkesan androgini. Mulai dari dress panjang berkerah halter neck, atau yang penuh detail emas dengan tambahan flare dari kain hitam di pinggang sebagai pemanis. Ada juga yang terdiri dari atasan cutting boxy dan celana pipa atau celana pendek yang terinspirasi dari ksatria masa kerajaan versailles perancis.







Untuk koleksi tahun ke-5 ini bersama DFK, Priyo sangat terinspirasi dengan apa yang ada dilingkungannya, mulai dari wanita, traveling, dan buku-buku arsitektur. Wanita yang ideal menurut pria nyentrik yang satu ini, adalah wanita yang modern, independen, dan rasa percaya diri dengan apa yang akan dia buat dan lakukan. Benang merah dalam koleksi kali ini tidak lepas dari konsep umumnya yaitu perpaduan etnik dan edgy modern.


Pilihan warna yang tepat membuat tenun tapis Lampung terlihat sangat edgy modern yang easy look, seperti merah, hitam, unggu, dan emas. Jadi meskipun cutting modern, sisi etnik yang ingin ditonjolkan melalui tenun lampung terlihat semakin kuat dan memiliki daya tarik yang luar biasa. Ditambah aksesoris-aksesoris bermetalik emas yang sangat berkarakter seperti anting, sunting kepala, high heels, kaca mata, gelang dan sebagainya. Pertunjukan Galore ditutup Kimmie Jayanti dengan sunting besar berwarna emas khas daerah lampung yang terlihat sangat edgy dan high class.






Tex Saverio dan Priyo Oktaviano terlihat menginterpretasikan berbeda dalam memaknai "Goddes" atau "Ksatria Wanita" yang semuanya disuguhkan melalui karya-karya busana yang berkarakter sangat kuat dan sangat spektakuler dalam Dewi Fashion Knight. Kedua Desainer kebanggan Indonesia ini sukses menjadi makanan penutup yang lezat dan memiliki taste yang high class di Jakarta Fashion Week 2014. It's so amazing show for national brand. Sangat mungkin bila JFW kali ini dengan tajuk "Bringing Indonesia to the World" dapat terealisasikan woohoo. See u next year! JFW 2015 Muahhh!! 
(Jakarta - Friday, August 25, 2013)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

thx for your comment :)